Biro Jasa Penyewaan Kepribadian

Biro Jasa Penyewaan Kepribadian

Pendahuluan: Kepribadian untuk Disewakan

Di suatu sudut kota yang hanya bisa ditemukan jika Anda tersesat dengan peta digital atau mengikuti seekor burung merpati yang sedang malas terbang, berdirilah sebuah toko kecil bernama “Kantor Penyewaan Kepribadian Pak Karsidi”. Toko ini tidak menjual barang, makanan, ataupun jasa reparasi sepeda. Sebaliknya, toko ini menyediakan sesuatu yang lebih abstrak namun jauh lebih menarik: kepribadian.

Pak Karsidi, pemilik toko, adalah pria tua dengan kacamata bulat yang terlihat seperti ia mencuri dari karakter kartun pada tahun 1980-an. Ia mengklaim bahwa toko ini adalah hasil dari penelitian selama bertahun-tahun. Penelitian itu, sayangnya, ia lakukan sepenuhnya di ruang tamu rumahnya sambil menonton sinetron dan memakan kerupuk. Tapi siapa yang peduli? Orang-orang datang ke toko ini bukan untuk mempertanyakan kredibilitasnya, melainkan untuk menyewa kepribadian baru.

“Setiap orang kadang bosan jadi dirinya sendiri,” kata Pak Karsidi sambil mengatur katalog kepribadian di mejanya. “Jadi, kenapa tidak mencoba jadi orang lain untuk sehari?”

Bagaimana Cara Kerjanya?

Proses penyewaan kepribadian di toko Pak Karsidi sebenarnya cukup sederhana, meskipun terdengar seperti sesuatu yang direncanakan oleh ilmuwan gila dalam kisah fiksi ilmiah murahan. Pelanggan pertama-tama memilih dari katalog yang disediakan. Katalog ini terdiri dari berbagai kepribadian yang bisa disewa, mulai dari “Pemimpin Karismatik” hingga “Penjual Asongan yang Bijaksana.”

Setelah memilih, pelanggan akan diminta untuk duduk di kursi besar yang terlihat seperti hasil kawin silang antara kursi tukang cukur dan mesin cuci. Kursi ini, yang diberi nama “Pengubah Kepribadian 3000” (meskipun sebenarnya ini adalah model pertama dan satu-satunya), akan memindahkan kepribadian yang dipilih ke dalam otak pelanggan. Proses ini berlangsung selama sekitar lima menit dan, menurut Pak Karsidi, hanya memiliki efek samping kecil seperti gatal-gatal di telinga atau kebingungan sementara mengenai nama Anda sendiri.

“Jangan khawatir, efek sampingnya tidak permanen,” kata Pak Karsidi sambil menyerahkan brosur yang mencantumkan nomor darurat jika pelanggan tiba-tiba mulai berbicara dalam bahasa yang tidak mereka kenal.

Kisah Pelanggan: Kepribadian yang Salah

Salah satu pelanggan setia toko ini adalah seorang pria bernama Budi (karena setiap cerita membutuhkan setidaknya satu karakter bernama Budi). Budi adalah seorang akuntan yang, dalam kata-katanya sendiri, “sebosan akun Excel yang tidak pernah dibuka.” Ia memutuskan untuk mencoba menyewa kepribadian “Petualang Berani” agar hidupnya menjadi lebih menarik.

Namun, entah bagaimana, terjadi kesalahan dalam sistem. Alih-alih mendapatkan kepribadian “Petualang Berani,” Budi malah berakhir dengan kepribadian “Tukang Gosip Kampung.” Dalam waktu kurang dari satu jam setelah keluar dari toko, Budi telah berhasil menyebarkan rumor bahwa ketua RT setempat sebenarnya adalah agen rahasia dari negara tetangga. Ketika ia kembali ke toko untuk mengeluhkan kesalahan ini, Pak Karsidi hanya mengangkat bahu dan berkata, “Mungkin mesin saya sedang merasa iseng hari ini.”

Etika Penyewaan Kepribadian

Tentu saja, penyewaan kepribadian bukan tanpa kontroversi. Beberapa orang menganggap bahwa toko ini melanggar etika, sementara yang lain menganggapnya sebagai solusi sempurna untuk krisis identitas. Bahkan ada satu kelompok aktivis yang mencoba memboikot toko ini dengan alasan bahwa kepribadian seharusnya tidak boleh menjadi komoditas.

Pak Karsidi, di sisi lain, memiliki pandangan yang lebih pragmatis. “Kalau orang bisa menyewa kostum badut untuk pesta ulang tahun, kenapa tidak bisa menyewa kepribadian untuk rapat kerja?” katanya dengan nada penuh pembelaan.

Kepribadian Populer di Pasaran

Berikut adalah beberapa kepribadian yang paling sering disewa di toko Pak Karsidi:

  1. “Si Genius yang Sok Tau”: Cocok untuk presentasi kantor atau debat di media sosial.
  2. “Romantis yang Tidak Realistis”: Pilihan favorit untuk kencan pertama.
  3. “Orang Tua Bijaksana”: Ideal untuk memberikan nasihat yang sebenarnya tidak berguna.
  4. “Pahlawan yang Tak Diakui”: Sangat cocok untuk menghadapi antrean panjang di supermarket.

Namun, kepribadian yang paling kontroversial adalah “Si Pemalas Profesional.” Kepribadian ini begitu populer sehingga beberapa pelanggan menyewanya selama berbulan-bulan, yang tentu saja menimbulkan masalah ketika mereka lupa mengembalikannya.

Epilog: Masa Depan Penyewaan Kepribadian

Meskipun toko kecil ini masih tergolong unik, Pak Karsidi percaya bahwa di masa depan, penyewaan kepribadian akan menjadi hal yang biasa. “Bayangkan kalau semua orang bisa menjadi siapa saja yang mereka inginkan, kapan saja,” katanya sambil mengelap kacamatanya yang sudah tidak terlalu bersih. “Dunia akan menjadi tempat yang jauh lebih menarik… atau setidaknya lebih membingungkan.”

Dan dengan itu, ia kembali ke pekerjaannya, mengutak-atik mesin Pengubah Kepribadian 3000 sambil bersiul lagu yang, entah kenapa, selalu terdengar seperti nada dering ponsel dari tahun 2005.


Prompt untuk DALL-E: A cozy yet quirky small shop with an eccentric man in round glasses sitting behind a counter, shelves filled with jars labeled with various personality traits like “Adventurer,” “Romantic,” and “Genius.” A customer sits on a bizarre chair-machine hybrid glowing faintly, while another customer excitedly flips through a catalog of personality options.